Penerimaan Proposal PKM tahun 2014

Direkrorat Jenderal Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa ( PKM ) 5 bidang, yaitu : PKMP, PKMM, PKMK, PKMT, dan PKMKC yang didanai tahun 2015.

Pengajuan proposal dan tata cara pengiriman proposal secara on-line ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dapat diunduh melalui website http://dikti.go.id atau http://simlitabmas.dikti.go.id, dengan headline : Usulan Kreativitas Mahasiswa ( PKM ) 2014.

Perlu diperhatikan untuk teman – teman mahasiswa yang berminat untuk mengikutinya :

1. Pendaftaran dilakukan oleh operator bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi melalui http://simlitabmas.dikti.go.id.

2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran selesai.

3. Batas waktu pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan on-line sampai dengan 28 September 2014, apabila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.

4. Dit. Litabmas tidak menerima proposal usulan dalam bentuk hardcopy. ( dokumen hardcopy disimpan di Perguruan Tinggi pengusul untuk keperluan administrasi ).

SEMINAR INTERNASIONAL

Seminar International..

Tema                : “Urban Public Transportation Perfomance in Asia Countries”

Hari / Tanggal   :  Selasa / 5 Agustus 2014

Waktu               :  08.00 – selesai

Tempat              : Dekenat Teknik Lantai 2 Universitas Brawijaya

FREE + SERTIFIKAT..

Info KJI & KBGI 2014

Bagi Teman-teman yang Berminat mengikuti lomba ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

 

  • Batas Pengumpulan Proposal tanggal 16 September 2014, 16.00 WIB
  • Pengumpulan dalam bentuk (Hardcopy & Softcopy

Untuk Buku Panduannya, bisa di unduh di link dibwah ini..

SUMBER : http://www.dikti.go.id/id/2014/07/18/penerimaan-proposal-kji-dan-kbgi-tahun-2014/

 

Kerjasama Pelatihan Keahlian Konstruksi

PELATIHAN KEAHLIAN KONSTRUKSI oleh Kementrian PU
Pelatihan terdiri dari 2 tahap:
1. Distance learning melaui internet selama 4 minggu
2. Tatap muka selama 3 hari
Peserta min. 40 orang/kelas.
Dapat memilih bidang keahlian antara lain: 1. Kepala pengawas perkerasan jalam dan jembatan
2. Ahli pengawas konstruksi bangunan gedung
3. Ahli muda manajemen konstruksi bangunan gedung
4. Manajer kepala proyek bangunan gedung
Mendapat sertifikat keahlian setelah lulus pelatihan
Peserta merupakan mahasiswa tingkat akhir atau sedang menunggu wisuda atau alumni S1 teknik sipil/D4 sipil

Persyaratan administrasi:
-Copy ijazah terakhir/skl
-biodata
-surat pengalaman kerja atau penugasan untuk alumni
-foto berwarna 3×4 sebanyak 4 lembar
-fotocopy ktp dan ijazah terakhir/skl/surat keterangan menunggu wisuda dari jurusan
-cv di ttd peserta
-surat penunjukan dari ketua jurusan atau surat tugas dari instansi terkait

Pelatihan gratis (tanpa pungutan)
1 minggu sebelum pelatihan akan ada briefing.

Informasi lebih lanjut dan mengenai tgl pelaksanaan dapat menghubungi:
Pak Suyono (0816114555)
Atau
Pak indradi (+62 812-3239-747)

INFO LENGKAPNYA..

https://www.dropbox.com/s/ic5uxysvguqmbzn/Kerjasama%20Pelatihan%20Keahlian%20Konstruksi.zip

 

 

Lowongan Kerja Bidang Teknik Sipil

Ada Lowongan Pekerjaan dari Project Liason Cola Cola (PLCC)….

 

Untuk Info selanjutnya,, silahkan download data di bawah ini..

https://www.dropbox.com/s/uojvoqfu6b63xkr/Project%20Liasion%20Cola%20Cola%20based%20in%20Kabupaten%20Malang%20East%20Java.zip

 

Untuk info Lanjutnya.. silahkan hubungi HMS FT-UB..

@HMSFTUB

Terima Kasih

 

SOAL – SOAL UAS

untuk Kisi-kisi UAS dapat di unduh di dropbox…

Monggo…

 

2011

https://www.dropbox.com/s/lbyzbt6uo4h4k18/Soal%20UAS%20untuk%202011.zip

2012

https://www.dropbox.com/s/h0nhpiekj8lca72/Soal%20UAS%20untuk%202012.zip

2013

https://www.dropbox.com/s/250ueppmd2op5fa/Soal%20UAS%20untuk%202013.zip

Materi Pak As’ad

https://www.dropbox.com/s/q95nkhgkgo857vx/Materi%20Tekpon%20Pak%20As%27ad.zip

hidas,rel,psda

https://www.dropbox.com/s/lltf3kei0tlf2fi/PSDA%2C%20HIDAS%2C%20Rel.zip

Pemberitahuan

 

HIMPUNAN MAHASISWA SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA telah memasuki Periode Pengurus Himpunan 2014 – 2015Kami mohon dukungan dari segala pihak sehingga kepengurusan kami dapat berjalan dengan baik.

Untuk Struktur Organisasinya.. ( Periode 2014 -2015 )

COMING SOON !!!  (^_^)

Lomba Karya Tulis Ilmiah Teknik Geodesi UGM

Image

Dalam rangka memperingati dies natalis ulang tahun Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) FT UGM, departemen dikti KMTG menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah mahasiswa tingkat nasional untuk seluruh mahasiswa PTN/ PTS se Indonesia. Berikut syarat dan ketentuan yang berlaku :

  • Peserta adalah mahasiswa S1 dan D3 PTN/ PTS di seluruh Indonesia.
  • Peserta lomba adalah tim yang terdiri dari maksimal 3 (tiga) orang, dengan salah satu menjadi ketua tim.
  • Peserta dalam hal ini harus mewakili universitas yang sama dengan ketentuan setiap universitas diperbolehkan mengirimkan lebih dari 1 (satu) tim.
  • Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 75.000,00 / tim ke rekening BNI a.n. Ni Putu Praja Chintya No rek : 0241860358
  • Pendaftaran dapat dilakukan dengan :
    1. Mengisi formulir pendaftaran yang dapat didownload di blog www.lktim2013kmtg.blogspot.com dan mengirimkan kembali keemail lktim2013kmtg@gmail.com beserta bukti pembayaran yang sudah di scan atau di foto.
    2. Melakukan konfirmasi pendaftaran ke CP.
  • Setelah melakukan pendaftaran, peserta wajib mengirimkan karya tulis ilmiah dalam bentuk softcopy ke email lktim2013kmtg@gmail.com dan tiga rangkap hardcopy ke sekretariat Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) FT UGM di Jl. Grafika 2 Bulaksumur Yogyakarta 55281 Telp/Fax (0274) 520226.
  •  Karya tulis ilmiah harus orisinil dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba lain.
  • Penentuan 10 tim finalis berdasarkan karya tulis ilmiah yang dikirim.
  • Bagi peserta yang dinyatakan lolos menjadi finalis, penilaian akhir dilakukan terhadap karya tulis ilmiah dan presentasi.
  • Jumlah halaman maksimal 30 halaman dimulai dari pendahuluan sampai dengan lampiran
  • Ukuran kertas A4 dengan font Times New Roman, ukuran font 12,margin kiri 4cm, kanan 3cm, atas 3cm, bawah 3cm, dan spasi 1,5.
  • Sistematika karya tulis ilmiah:
    1. Judul
    2. Pendahuluan (Latar belakang, Rumusan masalah, Tujuan)
    3.  Tinjauan Pustaka
    4. Metode Penelitian
    5.  Hasil Penelitian dan Pembahasan
    6. Penutup
    7.  Daftar Pustaka

poster

PMW UB 2013

  1. Universitas melaksanakan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2013 sebagai implementasi untuk memberikan praktis wirausaha. Intinya, universitas memfasilitasi teman-teman mahasiswa yang memiliki minat bisnis, langkah-langkahnya yaitu silakan buat proposal, setelah itu diseleksi, dan yang lolos seleksi akan diberi modal maksimum Rp 8.000.000,- (bersifat modal bergulir). Batas akhir pengumpulan proposal 20 April 2013.
  • Silakan download Panduan penulisan dan contoh proposal di sini.

Bagi peserta yang siap mengirimkan proposal, proposal dicetak sebanyak 3 rangkap beserta softcopy. Softcopy diterima paling lambat 22 April 2013 pukul 15.00 di Gd. Rektorat Lt. 1 Bagian Kemahasiswaan.

Simposium Internasional PPI Dunia India 2012

Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) merupakan media berorganisasi mahasiswa dan pelajar indonesia yang berada di luar negri untuk berhimpun dan berkoordinasi. Sejak dideklarasikan pada Oktober 2007 dalam acara konferensi internasional Pelajar Indonesia (KIPI) di sydney, Australia. PPI Dunia telah melahirkan berbagai ide, konsep serta produk Adapun produk yang terus eksis hingga saat ini adalah Radio PPI Dunia dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) yang dilahirkan pada simposium Internasional 2009 di Den Haag, Belanda.

Pada Desember 2012 ini Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) kembali akan menyelenggarakan kegiatan tahunan yang dinamakan Simposium Internasional 2012 di India kegiatan ini merupakan upaya untuk terus meneguhkan komitmen kepada bangsa serta membangun jaringan komunikasi para intelektual muda Indonesia yang berada di seluruh dunia untuk bersama – sama bertukar pikiran mencari dan memecahkan berbagai permasalahn aktual yang terjadi di Indonesia.

Simposium Internasional akan dilaksanakan selama empat hari yang akan di mulai pada tanggal 18 – 22 Desember 2012 di New Delhi, India. Acara Simposium Internasional PPI Dunia di India mengambil tema “Peran aktif pelajar dalam mewujudkan kemandirian bangsa”. Akan diikuti oleh 48 organisasi PPI dari bebagai negara. Tema ini diambil untuk menjaga momentum kebangkitan Asia terutama Indonesia. Membangun bangsa dengan visi masyarakat bebrasis pengetahuan (knowlwdge – based society) dengan pelajar sebagai tulang punggungnya.

Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Brawijaya, berkesempatan untuk mengirimkan wakilnya dalam Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia 2012 di Inida. Selain bisa meningkatkan citra jurusan, Fakultas serta Universitas, kegiatan ini merupakan ajang untuk berkumpul, berbagi informasi dan mencari solusi bagi para Mahasiswa di seluruh Dunia yang peduli dengan permasalahn yang melanda Indonesia saat ini. Simposium Internasional yang diadakan oleh PPI dunia ini bermaksud mendorong komitmen jangka panjang pelajar Indonesia yang sedang menuntu ilmu di luar negri untuk memanfaatkan potensi bangsa agar terciptanya kemandirian bangsa melalui visi strategis yang tertuang dalam hasil-hasil diskusi dalam Simposium di India nantinya. Selain itu, lewat penyelenggaran Simposium Internasional ini PPI Dunia dapat berkontribusi dan menjadi avant guard dalam memberikan solusi-solusi cerdas terhadap persoalan ekonomi, politik sosial sebagai salah satu peran aktifnya untuk bangsa ini.

Himpunan Mahasiswa Sipil pada tahun ini berkesempatan untuk mendelegasikan perwakilanya dalam menghadiri kegiatan Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (SI PPI) Dunia. Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia 2012 yang diadakan di New Delhi, India merupakan kegiatan tahunan yang diadakan Perhimpunan Pelajar Indonesia yang ada di Luar Negri. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 18-22 Desember 2012, dalam Laporan Pertanggungjawaban kali ini akan dibuat dengan sistem per hari :

  • Hari 0 – Selasa, 18 Desember 2012

Pada pagi hari sampai sore peserta atau delegasi kegiatan Simposium International Perhimpunan Pelajar Indonesia datang dan berkumpul di sekertarait PPI India di KBRI India.

Pada malam hari diadakan welcome dinner sekaligus pengenalan delegasi dari tiap PPI maupun undangan.

  • Hari 1 – Rabo, 19 Desember 2012

Pada pagi hari jam 09.30 waktu india, dilaksanakan “opening ceremony” yang dibuka langsung oleh Ketua pelaksana Simposium Internasional – Koordinator PPI Dunia – Duta Besar Republik Indonesia negara India – Rektor Jawaharal Nehru University .acara ini dihadiri juga oleh anggota DPR RI Komisi I, dari Fraksi PAN.

Setelah diadakan “openig ceremony’ acara dilanjutkan dengan Seminar, seminar ini dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu :

Sesi pertama membahas “Importance of Youth Participation in Nation ‘s Process”, Seminar ini di isi oleh Prof.Girish (Jawaharal Nehru University) dan Ahmad Syafi’i Ma’arif. Pada intinya kedua pembicara ini menyatkan pentingnya peranan kaum muda dalam pembangunan Bangsa. Dalam hal ini, karakter building pemuda itu harus dibentuk dengan baik , baik itu didalam lingkungan kampus / sekolah maupun implementasi kehidupan.

Sesi kedua membahas mengenai “Pancasila Democracy toward New Indonesia” yang diisi oleh teuku Kemal Fasya, S.Ag., M.Hum dari Universitas Malikussaleh Aceh. Beliau menjelaskan seputar demokrasi pancasila yang dibutuhkan untuk membangun Bangsa Indonesia, dan berdiskusi mengenai gejolak yang terjadi di masyrakat pinggiran Indonesia. Dimana masyarakat pinggiran merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah, sehingga menimbulkan pergejolakan seperti lepasnya timor leste. Hal ini perlu dirubah, dengan cara suara masyarakat dari pinggiran harus didengar. Dengan begitu kita bisa membangun Indonesia dari Pinggiran.

Sesi ketiga, membahas mengenai “Return Wisdom and National Culture”. diisi oleh Aquarini Priyatna, Ph.D yang membahas mengenai peran perempuan dalam pembangunan Bangsa dan Anand Kumar yang berbicara  mengenai bagaiamana bangsa India yang bangga terhadap Budayanya, Meskipun dalam era global seperti ini.

Sesi keempat, membahas mengenai “The Future of Technological Independence in Indonesia”, Diisi oleh Dr. Wasito P.Taruno (MITI) dan Susanto, Ph.D. Candt.kedua pemateri sepakat bahawasanya Iptek bisa membangun Bangsa menuju kemandirian suatu Bangsa,  dalam hal ini kebijakan teknologi harus saling multibidang atau bersinergi satu sama lain.

Setelah kegiatan seminar selesai, dilanjutkan tanda tangan kerja sama MOU antara MITI dengan PPI Dunia.Acara dilanjutkan dengan dsikusi per komisi untuk memberikan suatu rekomendasi kepada Presiden RI. Terdapat 4 Komisi.yaittu : komisi teknologi, komisi ekonmoi, komisi sosial budaya dan komisi politik

  • Hari 2 – Kamis, 20 Desember 2012

Pada Pagi Hari Jam 09.00 Waktu India, diadakan “Sarapan pagi” bersama Bpk. Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono disela kesibukan beliau untuk menghadiri Asean KTT Sumit. Presiden menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai populasi penduduk terbesar di dunia. Hal ini merupakan suatu Oppotunity bagi bangsa ini, karena jika Sumber Daya Manusia di Indonesia berkualitas beliau yakin Indonesia akan menjadi “Macan Asia” pada tahun 2045 tepat 100 tahun kemerdekaan Indonesia.beliau berharap Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri dalam semua hal, tetapi Kemandirian tidak berarti menutup diri dengan akses diluar.  Dengan banyaknya pelajar Indonesia yang kuliah di Luar Negri akan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang berkualitas, karena majunya suatu negara bergantung dengan SDM yang berkualitas. Beliau memberi arahan kepada anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia untuk Berperan aktif dan berkontribusi dalam pembangunan Bangsa Indonesia. Beliau juga berpesan “Jika dibutuhkan oleh Negara kembalilah, seperti apa yang dilakuakan oleh Bpk. Habibie”.

Diakhir presiden memberikan arahan, Koordinator PPI Dunia meminta izin kepada Presiden untuk memberikan suatu rekomendasi untuk pemerintah. Diantaranya ialah :

# Komisi Sosial Budaya :

Pembicara utama dalam tema sosial budaya ialah mendikbud Muhammad Nuh. Beliau berbicara tentang bagaimana pendidikan dan budaya menentukan daya saing sebagai kunci kemajuan bangsa. Pembicara di sesi lain dalam pembahasan tema sosial budaya ialah Aquarini Priyatna, Ph.D akademisi dari Unpad serta Novian Widiaharma akademisi dari UGM, keduanya berbicara tentang penguatan gender dan nilai-nilai yang bisa dipelajari dari multikuluralisme serta keberagaman bangsa India.

Adapun masukan bagi pemerintah yang disampaikan oleh komisi sosial budaya ialah dukungan pada pemerintah untuk merealisasikan program Rumah Budaya Indonesia serta himbauan agar pemerintah segera menempatkan Atase pendidikan dan kebudayaan (Atikbud) di beberapa negara yang KBRI nya tidak memiliki Atikbud. Mengingat banyaknya kesulitan yang dialami pelajar Indonesia di negara-negara yang tidak memiliki Atikbud. Selain itu Komisi Sosial Budaya meluncurkan program-program sebagai berikut: TKI Learning and Help Center di negara-negara dengan jumlah TKI yang banyak, Beasiswa PPI Dunia, Komunitas Menulis Semut Merah yang bertujuan untuk menyebarkan insprasi dan budaya positif melalui tulisan, dan PPI Dunia on Screen yaitu saluran YouTube mengenai kegiatan-kegiatan budaya yang dilakukan PPI-PPI di seluruh dunia.

# Komisi Teknologi :

Dalam pembahasan bidang teknologi Dr. Warsito, seorang ilmuwan Indonesia  penemu tomografi 4D dan alat pembunuh sel kanker sekaligus ketua MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia), diundang sebagai pembicara utama. Beliau menyampaikan keprihatinannya akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya didorong oleh konsumsi dan pertumbuhan demografi serta eksploitasi komoditas-komoditas alam yang mentah dan miskin nilai tambah. Kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas mestilah industri berbasis teknologi dan tentu saja memberi nilai tambah tinggi. Agar riset dan teknologi bisa menjadi daya dorong utama ekonomi maka siklus kegiatan riset, perancangan produk, serta pengembangan bisnis harus berjalan baik. Di Indonesia siklus ini tidak berjalan baik karena tiap bagiannya tidak berfungsi optimal maupun akibat kolaborasi antar sektor yang tidak berjalan dengan baik. Selain itu kondisi kita diperparah oleh mental pemburu rente dari oknum-oknum pengambil kebijakan. Mereka lebih suka mengambil jalan pintas dengan mengimport teknologi/ komoditi yang tentu saja lebih mudah daripada susah payah membangun kemampuan bangsa sendiri untuk memproduksi serta membuka peluang adanya korupsi dari aktivitas broker proyek tersebut.

PPI Belanda yang di awal diamanahi sebagai ketua Komisi Teknologi telah mempersiapkan draft pra symposium yang dimatangkan dalam sesi seminar bersama Dr. Warsito dan tentu saja dielaborasi lebih lanjut dalam sidang komisi. Komisi teknologi menghasilkan lima resolusi kebijakan sebagai masukan bagi pemerintah.  Pertama, kebijakan alokasi APBN yang pro pengembangan teknologi. Agar pemerintah menaikan alokasi APBN untuk kegiatan riset, mengalokasikan belanja negara untuk produk-produk dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan proporsi kegiatan riset dalam PDB. Kedua, kebijakan alih teknologi dan agenda riset. Pemerintah diharapkan bisa menerapkan kebijakan yang lebih efektif untuk transfer teknologi bagi investor asing yang masuk serta Agenda Riset Nasional (ARN) 2010-2014 diimplementasikan dengan baik. Ketiga, memperkuat kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan pemerintah.  Strategi yang bisa dilakukan ialah kebijakan yang menciptakan iklim yang kondusif dan menstimulus tumbuhnya perusahaan-perusahaan start-up berbasis teknologi (teknopreneur) yang biasanya muncul dari kalangan peneliti. Sehingga penelitian tak sebatas menjadi tumpukan paper di jurnal melainkan bisa menjadi inovasi yang memberi manfaat ekonomi dan sosial yang nyata. Selain itu pemerintah juga bisa melakukan pendekatan melalui kluster-kluster industri berbasis potensi SDA, SDM, dan teknologi. Keempat, merevitalisasi industri-industri strategis yang sudah dirintis maupun membangun industri srategis baru antara lain dalam bidang; aeronautika, ICT, energi terbaharukan, pangan/ agro, dll. Kelima, bahwa persoalan teknologi tak terlepas dari aspek budaya. Oleh karena itu kita harus bergerak bersama agar masyarakat memiliki semangat dan kebanggaan dalam kemandirian teknologi.

Tak hanya mengeluarkan resolusi kebijakan sebagai masukan bagi pemerintah, komisi teknologi meluncurkan program Repositori PPI Dunia, yaitu bank data bagi semua publikasi ilmiah (jurnal, tesis, disertasi, dsb) pelajar-pelajar Indonesia di luar negeri. Hal ini diharapkan menjadi langkah konkret yang menjadi langkah awal bagi terciptanya inovasi-inovasi lanjutan. Selain itu PPI Dunia juga menandatangani MoU dengan MITI yang bergerak dalam bidang pengembangan dan implementasi teknologi tepat guna di tanah air. Dengan ditandatanganinya MoU ini maka PPI Dunia menjadi mitra strategis MITI dalam program-programnya.

# Komisi Politik :

Pembicara dalam bidang politik ialah Teuku Kemal Fashya, S.Ag  aktivis sekaligus akademisi dari Universitas Malikussaleh Aceh dan Prof. Dr. Badrul Alam akademisi dari Jamia Millia Islamia. Diskusi dalam bidang politik mengambil tema “Demokrasi Pancasila Menuju Indonesia Baru”. Pembahasan berlangsung hangat dan menyentuh isu-isu seperti bagaimana merevitalisasi semangat pancasila. Bagaimana mendefiniskan ulang pancasila di Indonesia yang majemuk dari Sabang sampai Merauke. Sebagai gambaran paradoks di Aceh yang pernah mengalami DOM, Pancasila dalam asosiasi sebagaian masyarakat ialah militer, intel, dan kekerasan. Berbeda dengan di Jawa di mana hari kesaktian Pancasila diperingati dengan ritual yang khidmat. Oleh karenanya Pancasila mestilah dipahami sebagai ideologi dan semangat berbangsa yang dinamis dan kontekstual, bukan sesuatu yang kaku dan beku apalagi sampai dijadikan legitimasi kekuasaan yang despot seperti di masa lalu. Kita harus mengambil esensi dan tujuan luhur pancasila sebagai pola pikir dan pola sikap dalam berbangsa dan bernegara dan bukan menjadikan pancasila sebagai simbol dan jargon semata yang kosong akan makna.

Komisi Politik menghasilkan rekomendasi kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri.  Rekomendasi kebijakan politik dalam negeri  terdapat tiga butir. Pertama, meminta kepada lembaga negara (eksekutif, legislatif dan yudikatif ) untuk menuntaskan agenda reformasi dengan menciptakan pemerintah yang bersih dan transparan. Kedua, meminta ketegasan pemerintah untuk mewujudkan pemerintah yang bersih melalui upaya menciptakan aparat hukum yang bebas korupsi serta melanjutkan upaya reformasi birokrasi. Ketiga, meminta ketegasan pemerintah untuk memberhentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) khususnya tenaga kerja wanita (TKW) ke negara-negara di Timur Tengah. Hal ini disebabkan banyaknya kasus penindasan terhadap TKI serta lemahnya advokasi hukum oleh pemerintah terhadap TKI, khususnya advokasi hukum terhadap  TKW.

Adapun rekomendasi kebijakan politik luar negeri terdiri dari dua butir. Pertama, optimalisasi peran dan fungsi pemerintah di luar negeri dalam politik bebas aktif. Agar pemerintah menjadi garda terdepan dalam isu-isu kemanusiaan dan isu-isu keadilan global seperti isu kemerdekaan rakyat Palestina , tragedi kemanusiaan Rohingya, dan Suriah. Selain itu agar pemerintah untuk bersikap netral dalam politik luar negeri tanpa intervensi politik asing contohnya konflik laut cina selatan . Kedua, meminta pemerintah untuk bersikap tegas dalam menjaga harkat, martabat dan kedaulatan bangsa di mata dunia internasional, seperti dalam kasus penghinaan Malaysia atas bangsa Indonesia dan kasus sengketa wilayah perbatasan.

# Komis Ekonomi :

Sesi seminar bidang ekonomi mengambil tema “Re-enforcement Economic in Indonesia Through Indigenous Solution” dan menghadirkan dua pembicara yang sangat menarik yaitu Prof. Baladas Ghospal akademisi dari Delhi University dan Dr. Revrisond Baswir akademisi dari UGM. Prof. Ghospal berbicara mengenai dilemma antara self-sufficiency (kemandirian) dan security (ketahanan) dalam konteks perekonomian global yang makin terbuka dan terhubung satu sama lain. Sebagai contoh saat kebijakan impor komoditas (sembako) diterapkan maka di satu sisi ketahanan pangan terjamin karena penguatan di sisi suplai tapi kemandirian dikorbankan, dan sebaliknya yang akan terjadi jika impor tidak dilakukan. Oleh karena itu Negara-negara berkembang hendaknya tetap membuka pasarnya tapi di sisi lain ia harus memperkokoh dulu kemampuannya dalam memproduksi dan menghasilkan komoditas yang bersaing sebagai produk unggulannya yang bisa bersaing di pasar global.

Berbicara di sesi yang berbeda, Dr. Revrisond Baswir mencengangkan peserta simposium dengan data-data dan argument yang mempertanyakan kembali apakah Indonesia benar-benar sudah merdeka dan berdaulat secara ekonomi. Betapa tidak, di semua sektor di Indonesia perusahaan asing lah yang mendominasi perkonomian Indonesia. Hal ini didasari oleh watak imperialism itu sendiri yang “fitrah”-nya tidak rela melepaskan negeri jajahan. Bang Soni (panggilan akrab beliau) memaparkan sepuluh fakta sejarah dari sejak proklamasi kemerdekaan hingga hari ini bagaimana neo-imperialis berusaha menancapkan kuku-kukunya di Indonesia dengan berbagai cara antara lain:

1)      1947 – 1948 Agresi Militer I dan II.

2)      1949 KMB, pengakuan kedaulatan dengan tiga syarat:

  • Membiarkan perusahaan asing di Indonesia
  • Tunduk kepada IMF
  • Mewarisi utang Hindia Belanda 4 milliar US$. Lalu dibatalkan secara sepihak oleh cabinet Burhanudin Harahap

3)      1957 PRRI/Permesta.

4)      1957 Pengiriman Mafia Berkeley.

5)      1965 23 Agustus, UU 16/1965 Mengakhiri segala bentuk keterlibatan perusahaan asing di Indonesia.

6)      Soekarno dijatuhkan dan ditindaklanjuti oleh kebijakan sbb:

  • UU 7/ 66 Sepakat mengangsur kembali utang Hindia Belanda, IGGI yang diketuai Belanda
  • UU 8/ 66 anggota ADB,
  • UU 9/ 66 anggota IMF dan WB
  • UU 1/ 67 PMA

7)      Dibentuk pemerintahan kontra Revolusioner oleh Soeharto.

8)      1980-an Liberalisasi besar-besaran.

9)      1998 Penandatanganan LoI IMF.

10)  2002 Usaha amandemen pasal 33 UUD 45.

Oleh karena itu kemerdekaan yang sesungguhnya hanya bisa kita rasakan jika kita kembali kepada sistem ekonomi yang diajarkan oleh founding father kita yaitu demokrasi ekonomi sebagaimana termaktub dalam UUD 1945 pasal 33. Sistem ekonomi yang memiliki tiga ciri khas. Pertama aktivitas ekonomi kolekteif (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat). Kedua, penguasaan SDA dan industry strategis oleh Negara dan digunakan untuk kepentingan rakyat. Ketiga, adanya sistem jaminan sosial bagi segenap rakyatnya. Untuk saat ini justru negara-negara skandinavia lah yang memiliki kemiripan dengan sistem yang diinginkan oleh founding father kita dan Indonesia justru lebih liberal dari negara-negara bersistem ekonomi liberal.

Adapun sidang komisi ekonomi menghasilkan lima rumusan rekomendasi kebijakan sebagai berikut. Pertama, penguatan UMKM sebagai basis kegiatan ekonomi yang menggerakan roda kesejahteraan masyarakat. Kedua, pemberdayaan petani dengan dukungan finansial yang nyata dari pemerintah sehingga petani terhindar dari tengkulak dan rentenir, reformasi pasar (rantai perdagangan) dan harga yang selama ini merugikan petani dna menguntungkan tengkulak, serta peningkatan kualitas lahan dan cocok tanam. Ketiga, peningkatan kualitas dan profesionalisme koperasi. Keempat, renegosiasi kontrak-kontrak SDA yang merugikan Negara dan mempriorotaskan penguasaan SDA oleh bangsa sendiri. Kelima, pembebasan utang luar negeri dengan reformasi sistem perpajakan dan Sistem Jaminan Sosial Nasional sebagai solusi pendanaan.

Tak hanya memberi rekomendasi di tataran kebijakan, komisi ekonomi pun merumuskan peran langsung yang bisa diambil mahasiswa dalam beberapa tersebut. Komisi Ekonomi mengusulkan agar pemberdayaan petani, pendampingan UMKM, serta peningkatan kualitas koperasi bisa melibatkan mahasiswa sesuai kompetensi bidangnya dengan menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari kurikulum seperti halnya magang  atau kerja praktek yang sudah berjalan selama ini. Diharapkan dengan keterlibatan langsung mahasiswa tingkat akhir (yang kompeten tentunya) secara signifikan bisa membantu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi petani, koperasi, dan UMKM dan bagi mahasiswa sendiri menjadi suatu pengalaman berharga yang membentuk cara pandangnya mengenai demokrasi ekonomi.

Setelah “Sarapan Pagi” dengan Presiden kami mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan Menteri Pendidikan dan kebudayan ,beliau menjelasakan mengenai peluang negara kita sebagai negara maju di tahun 2045 tepat pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Beliau menjelasakan bahwa Indonesia memiliki peluang dengan banyaknya SDM yang ada, jika SDM itu digenjot untuk berkualitas maka bukan mustahil Indonesia menjadi Negara maju . Kemndikbud sendiri sudah memiliki dana abadi sebesar 17 T dan 1% dari bunga per tahunya dianggarkan unttuk Beasiswa masyarakat Indonesia. Selain itu beliau juga berpesan kepada Mahasiswa Indonesia yang berada di luar Negri mempunyai opportunity yang besar untuk membangun bangsa ini .Kemetrian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyinggung sedikit mengenai kurikulum 2013, bahwasanya kurikulum baru bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan mendorong siswa untuk aktif,. Pada kurukulum ini beliau menjelaskan siswa bukan lagi menjadi obyek tetapi justru menjadi subjek dengan ikut mengembangkan tema yang ada .

Setelah berdiskusi dengan Bpk. Muh. Nuh selaku Kementrian Pendidikan dan Budaya acara dilanjutkan dengan seminar yang diisi oleh Dr. Revrisond Baswir yang menjelaskan mengenai ekonomi politki. Beliau menjelaskan reformasi 1998 hanya mengangkat sebagian anak bangsa, karena semakin hari semakin ada kesenjangan sosial. Reformasi politik harus diarahkan dan diakhiri untuk reformasi ekonomi. dengan catatan Kaum menengah harus pro terhadap kelas bawah.

Setelah seminar, Acara dilanjutkan dengan dsikusi per komisi yang nantinya untuk memberikan suatu rekomendasi kepada pemerintah RI. Terdapat 4 Komisi.yaitu : komisi teknologi, komisi ekonmoi, komisi sosial budaya dan komisi politik . tujuannya ialah dapat berkontribusi dan menjadi avant guard dalam memberikan solusi-solusi cerdas terhadap persoalan ekonomi, politik sosial sebagai salah satu peran aktifnya untuk bangsa ini.

  • Hari 3 – Jumat, 21 Desember 2012

Pada Hari ke – 3 Delegasi menghadiri seminar yang dibagi dengan dua sesi, sesi pertama membahas mengenai “Youth Generation’s Potential in Several Aspects for Implementation Indonesia Independency” yang diisi oleh Dr. Muhammad Najib dan Teguh Santosa. Dilanjutkan Sesi kedua mengenai “Students Movement Unity fo Indonesia” dibawakan oleh Effendi Zulham (Koordinator PPI Dunia) dan Achmad Adhitya (I-4).

Seteelah Seminar, Acara dilanjutkan dengan kongrs OISSA :

Ketetapan-Ketetapan Sidang Pleno

  1. Koordinator kawasan Asia-Oseania adalah Saudari Tania Alvina Nathania (PPI Australia).
  2. Koordinator kawasan Eropa-Amerika adalah Saudara Muhammad Dhafi Iskandar (PPI Prancis).
  3. Koordinator kawasan Timur Tengah-Afrika adalah Saudara Firman Arifandi (PPMI Pakistan).
  4. Koordinator Umum PPI se-Dunia  adalah Saudara Zulham Effendi (PPI Malaysia).
  5. Tuan rumah acara SI PPI Dunia selanjutnya adalah PERMITHA (Thailand)

Dengan rincian hasil pemungutan suara sebagai berikut:

Anggota Dewan Presidium Wil. Asia & Oseania (voting tertutup, 1 suara per negara)
PPI Australia : 5 suara
PPI Thiongkok : 3 suara
Abstain : 1 suara

Anggota Dewan Presidium Wil. Eropa-amerika (voting tertutup, 1 suara per negara)
PPI Perancis : 3 suara
PPI Jerman : 2 suara
PPI UK : 1 suara

Anggota Dewan Presidium Wil. afrika-asia timur (voting tertutup, 1 suara per kontingen)
PPI Pakistan : 5 suara
PPI Sudan : 4 suara
PPI Yordan : 2 + 1 suara (ada 2 kandidat)
PPI Mesir : 1 suara
PPI Syria : 1 suara

Koordinator Dewan Presidium (voting tertutup)
PPI Malaysia : 17 suara
PPI Thiongkok : 2 suara
PPI Turki : 2 suara
PPI India : 1 suara
PPI Prancis : 1 suara

Tuan rumah SI PPI Dunia 2013 (voting terbuka)
PPI Thiongkok : 7 suara (Thiongkok, Korea, Inggris, Jerman, India, Turki, Yaman)
PERMITHA : 9 suara (Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, Rusia, Sudan, Pakistan, Lebanon)
PPI Jepang : 6 suara (Jepang, Belanda, Yordan, Syria, Tunisia, Mesir)
PPI Perancis : 1 suara (Perancis)

  • Hari 4 – Sabtu, 22 Desember 2012

Taj mahl Tour

Penutup

Laporan ini dibuat selain sebagai diseminasi pemikiran hasil simposium juga sebagai pertanggungjawaban delegasi HMS UB yang dikirim ke acara tersebut. Saat masyarakat menyoroti kunjungan-kunjungan anggota legislatif ke luar negeri apalagi beberapa PPI negara berteriak paling kencang, maka PPI pun harus menunjukan integritasnya dengan akuntabilitas yang bisa dipertanggungjawabkan. Demikian laporan ini dibuat.

Generasi 1920 pelajar Indonesia di luar negeri berhimpun, berpikir, dan bekerja hingga berkulminasi menjadi mimpi Indonesia merdeka, kemudian mimpi itu terwujud 25 tahun kemudian dengan bersinreginya antara Pelajar Indonesia di dalam dan diluar negri .Maka torehan sejarah ini akan selalu menjadi keinginan terluhur pelajar Indonesia yang hari ini berkelana ke sleuruh penjuru dunia untuk menuntut ilmu. Bagaimana pun pelajar Indonesia di luar negeri adalah orang-orang yang sedikit dan beruntung (the lucky fews) yang mendapat kesempatan lebih luas untuk belajar dan melihat dunia. Kesempatan ini mestinya menjadi bahan bakar yang lebih untuk berkontribusi bagi Indonesia tercinta. Cita-cita besar selalu dimulai dari pemikiran-pemikiran besar, lalu bergelombang jadi kolektivisme amal nyata dari orang-orang yang bekerja. And the rest is history..

Unit Jaminan Mutu

Status akreditasi suatu perguruan tinggi merupakan cermin kinerja perguruan tinggi yang bersangkutan dan menggambarkan mutu, efisiensi serta relevansi suatu program studi yang diselenggarakan. Akreditasi  dipahami sebagai penentuan standar mutu serta penilaian  terhadap suatu lembaga pendidikan tinggi oleh pihak diluar lembaga pendidikan itu sendiri. Hasil akreditasi biasanya dinyatakan dengan huruf mutu seperti A, B, atau C. Ada dua model akreditasi yang dikembangkan oleh badan akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN – PT), yaitu akreditasi Institusi / Lembaga / Perguruan Tinggi dan Akreditasi Program Studi.

Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya sedang melakukan berbagai perbaikan mulai dari sistem dan SDM yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan status akreditasi yang sudah ada, mulai dari perbaikan terhadap pelayanan dan sistem pendidikan yang berlaku, kualitas masing-masing dosen. Salah satu perbaikan kualitas dosen selaku pengajar adalah dengan membentuk KKDK (Kelompok Dosen Keahlian) untuk meraih kembali akreditasi jurusan menjadi A.Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi mempunyai penilaian sendiri atau standard tersendiri untuk menentukan akreditasi suatu program Studi, antara lain ialah :

  • STANDAR 1
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
  • STANDAR 2
TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU
  • STANDAR 3
MAHASISWA DAN LULUSAN
  • STANDAR 4
SUMBER DAYA MANUSIA
  • STANDAR 5
KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK
  • STANDAR 6
PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM INFORMASI
  • STANDAR 7
PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA

Saat ini akreditasi program studi sangatlah penting. Jauh lebih penting dibandingkan akreditasi Institusi. Hal ini dikarenakan beberapa penyedia lapangan pekerjaan mensyaratkan akreditasi program studi sebagai dasar penerimaan lamaran pekerjaanya, hal yang menentukan penilaian baik buruknya suatu akreditasi salah satunya adalah kualitas stakeholeder dan fasilitas yang dimiliki oleh sautu perguruan tinggi tersebut.

Oleh karena itu peranan Himpunan Mahasiswa Sipil dalam membantu Jurusan untuk merebut kembali akreditasi menjadi A sangatlah penting sekali terutama dalam standard 3, karena akreditasi sangat erat kaitanya dengan peran keaktifan mahasiswa baik dibidang akademik maupun non akademik. Diantaranya adalah keikutsertaan mahasiswa didalam kegiatan kemahasiswaan, berkurangnya jumlah mahasiswa tiap tahunya, dan juga lama waktu studi mahasiswa dalam menempuh masa studinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa peranan Himpunan Mahasiswa Sipil dalam membantu Jurusan untuk merebut kembali akreditasi menjadi A sangatlah penting.

Berikut ini kami lampirkan hasil Unit Jaminan Mutu selama 1 periode kepengurusan kami :

#HMS diharapkan mengembangkan suasana akademis tiap bulanya, dengan cara :

  • Pemutaran film
  • Bedah buku
  • Seminar
  • Kuliah tamu
  • Kunjungan proyek
  • SE
  • Seminar character building (pembentukan karakter)

#Jurusan membuka layanan untuk Mahasiswa

  • BK
  • Soft skill, p. Sugeng mengusulkan untuk kunjungan proyek di daerah malang
  • Beasiswa
  • Kesehatan

#Himpunan mewadahi :

  • Soft copy tubes tiap semester
  • Mempunyai software terbaru mengenai keteknisipilan
  • Mempunyai softcopy perencanaan, misal perencanaa plat, dll
  • Mempunyai softcopy tentang jurnal skripsi dari tahun ke tahun

#Mendata alumni mulai angkatan 2005 (nama,nim,alamt,angkatanno hp,email,judul skripsi,tahun lulus, pekerjaan pertama

#Umpan balik mengenai kinerja jurusan .

  • Cangkrukan min. 2 kali / semester
  • Evaluasi dengan cangkrukan antar Mahasiswa
  • Harus ada : daftar hadir, dokumentasi,notulensi, dan surat keluar

PROFIL ACHMAD ADHITYA

MOTOR PENGGERAK ILMUWAN INDONESIA DI LUAR NEGERI

Dia adalah ilmu muda potensial, bukan hanya karena kemampuan intelektualnya, tetapi juga karena rasa cintanya yang besar kepada tanah air. Gerakan yang dimotorinya untuk menggalang solideritas kebangsaan para ilmuwan Indonesia yang berkiprah di luar negeri mengundang decak kagum. Dan Kandidat Doktor bidang Ilmu Kelautan dari Universitas Leiden ini terus menggaungkan impian besarnya: membangkitkan kesadaran para ilmuwan Indonesia di luar negeri untuk menjadi jembatan bagi terciptanya kerjasama pengembangan ipteks di Indonesia.

Achmad Adhitya, pria kelahiran Tanjung Karang – Lampung 33 tahun silam ini dididik dan dibesarkan dalam keluarga sederhana. Ayahnya seorang PNS dan ibunya seorang dosen di Fakultas Hukum Universitas Lampung. Selain ibunya, paman dan banyak saudara lainnya juga berprofesi sebagai dosen dan guru. Lingkungan dengan kultur akademik yang kuat tersebut memberinya jaminan untuk mendapatkan pendidikan yang memadai. Hampir setiap hari Adhitya menghabiskan waktunya dengan beragam les untuk berbagai mata pelajaran, atau membaca buku-buku pelajaran hingga buku-buku pengetahuan umum.

Sejak kecil Adhitya bercita-cita menjadi seorang insinyur. Dia terkesan dengan kedua tantenya yang berprofesi sebagai insinyur dan berkesempatan pergi ke Inggris dan Australia untuk melanjutkan studi mereka. Selain itu, mereka juga berkesampatan bertemu dengan tokoh-tokoh nasional. Hal itu begitu membekas dalam ingatannya, yang membuatnya bermimpi kelak bisa menjadi seorang insinyur.

Setelah lulus SMA tahun 1997, Adhitya memutuskan kuliah di Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Selain reputasi UB yang dinilai baik, pria yang mengaku anak rumahan ini sengaja memilih kuliah di tempat yang jauh dengan harapan dapat membantunya untuk bisa mandiri.

Kampus UB diakuinya telah mengubah hidupnya. Anak rumahan yang dikenal kutu buku ini sebelumnya tidak pernah berorganisasi. Tetapi sejak mengikuti Ospek, dia mulai mengubah karakternya yang cenderung asyik dengan buku pelajaran menjadi terbuka dan berani berbicara di depan publik, menginisiasi ide dan mengorganisasi kegiatan-kegiatan baik di level lokal maupun nasional—mulai dari kepanitiaan kegiatan ilmiah, olahraga, hingga keagamaan.

Salah satu pengalaman yang sangat berkesan sebagai seorang aktivis kampus adalah ketika usai rapat yang dilakukan di kantor Dewan Teknik yang dihadiri seluruh ketua lembaga di Fakultas Teknik, tersiar kabar bahwa para ketua lembaga di FT tengah dicari beberapa preman berkaitan aksi yang dibuat mahasiswa Teknik. Suasana menjadi tegang, apalagi ada berita bahwa para preman tersebut telah berhasil mendapatkan salah satu ketua lembaga dan sedang mencari ketua-ketua lembaga yang lain. Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk pulang ke kost malam itu, maka semua ketua lembaga memutuskan untuk tidur di kampus.

“Pada titik itulah saya sadar bahwa mempertahankan idealisme memang bukan hal yang mudah dan menjadi aktivis tidak boleh karena ingin menjadi populer atau memegang sebuah kekuasaan, tapi menjadi aktivis harus karena memang benar-benar kita percaya bahwa ada hal-hal yang menurut kita harus diubah menjadi lebih baik. Dan keberadaan kita di suatu organisasi tersebut memang dimaksudkan untuk membawa kebaikan dan siap berkorban untuk kepentingan yang lebih besar,” tegas Adhitya.

Sejak sebelum kuliahnya selesai, Adhitya sudah membulatkan tekad untuk melanjutkan kuliah di Jerman. Selain karena ketokohan Habibie yang dia idolakan, Jerman dianggapnya sebagai “jantungnya” Eropa. Usai diwisuda tahun 2003, Adhitya segera berangkat ke Bandung untuk menyelesaikan kursus bahasa Jerman dan berbagai persyaratan administrasi untuk kuliah di Jerman.

Setelah menjalani persiapan secara intensif selama sekitar 6 bulan, Adhitya kemudian berangkat ke Jerman untuk menimba ilmu di Universitas Kiel. Menjadi salah satu alumni UB yang bisa kuliah di Jerman memberinya kebanggan tersendiri, karena ketika itu hanya beberapa universitas tertentu yang alumninya bisa kuliah di Jerman. Hebatnya lagi, Adhitya berhasil menyelesaikan studinya dalam tempo 1,5 tahun.

“Apapun latar belakang kampusnya selama kita mau bekerja keras dan terus berusaha maka kita pasti berhasil. Hal ini menambah kepercayaan diri saya kala itu, bahwa setiap dari kita, dari kampus manapun, akan menjadi sukses asal mau bekerja keras dan terus belajar,” Adhitya mengungkapkan.

Setelah meraih gelar master, Adhitya mendapat kesempatan bekerja sebagai asisten lab di departemen Geologi di Universitas Kiel, diantaranya bertugas untuk menganalisa butiran sampel tanah. Sekitar setahun kemudian, dia bertugas sebagai asisten peneliti Institute for World Economics di Kiel – Jerman, dimana dia berkesempatan untuk berada dalam seminar – seminar Internasional, mendengarkan banyak Professor dari berbagai universitas memberikan informasi dan keterangan perihal ekonomi dunia. Kesempatan yang begitu luar biasa bagi Adhitya.

Tahun 2008, Adhitya mendapat beasiswa dari Royal Academy of Science untuk melanjutkan kuliah program doktor di Universitas Leiden Belanda. Selain kuliah, dia juga berkesempatan untuk bekerja sebagai peneliti di Netherlands Institute of Marine Ecology (NIOO) hingga tahun 2011 dan kemudian bekerja di Netherlands Institute of Sea Research (NIOZ) hingga sekarang.

Pada tanggal 4 April 2012 yang lalu, Adhitya terpilih menjadi salah satu mahasiswa doktor yang berkesempatan untuk memberikan presentasi didepan pangeran Willem Alexander, putra mahkota kerajaan Belanda, anggora kerajaan dan juga para akademisi, tentang kelauatan dan ekosistem laut.

“Negara Belanda yang tidak luas, dari ujung keujungnya hanya kurang lebih 3 jam menggunakan kereta, dengan garis pantai dan potensi lautnya yang tidak sebesar Indonesia, sangat memperhatikan pengelolaan sumber daya laut dan bagaimana mereka tetap peduli menjaga kondisi lingkungan di lautnya sampai seorang putra mahkotanya turun langsung untuk melihat dan memeriksa pengelolaan sumber daya kelautannya,” tutur suami Ratu Tiara Hadijah Habibie ini. “Bayangkan dengan negara Indonesia yang potensi kelautannya berlipat-lipat di bandingkan Belanda.”

Sebuah prestasi yang membanggakan, di usainya yang terbilang masih sangat muda, Adhitya dapat berdiri tegak dihadapan orang-orang yang dulu pernah menjajah Indonesia, menjelaskan tentang potensi laut mereka yang dijadikan obyek penelitian.

Diawali dengan Mimpi Besar, Dijalani dengan Semangat Besar

Namanya mendadak terkenal di tanah air seiring berlangsungnya Pertemuan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) di Jakarta pada pertengahan Desember 2010. Dibalik perhelatan yang berhasil mempertemukan para ilmuwan Indonesia yang bekerja di berbagai belahan dunia itu, Adhitya adalah penggagas sekaligus Sekjen Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4).

Awalnya dipicu oleh pertemuan 12 cabang Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) se-Eropa tahun 2006 di Den Haag dan Adhitya hadir sebagai Ketua PPI Jerman. Disitu dia melihat beberapa orang Indonesia menjadi dosen di berbagai universitas, manajer, bahkan ada yang mengerjakan proyek penting di sana.

“Pertanyaan dalam diri saya saat itu, mengapa orang-orang hebat itu belum banyak terdengar sepak terjangnya,” tutur Adhitya. Ada rasa bangga, tetapi dia juga merasa janggal karena informasi tentang mereka sangat kurang di Indonesia.

Dengan ide dari Den Haag itu, dia dan beberapa teman di Jerman mulai menyusun strategi, mengumpulkan basis data jumlah ilmuwan Indonesia di luar negeri. Dalam semalam, terkumpul lebih dari 100 nama dosen dan manajer. ”Malam itu juga kami sadar, ada tugas besar untuk membangun jejaring ilmuwan Indonesia di luar negeri,” Adhitya menambahkan.

Dalam angan-angannya, Adhitya membayangkan alangkah hebatnya bila para ilmuwan ini berkumpul dan memberi sumbangsih pemikiran untuk kemajuan bangsanya. Idealisme itulah yang mendorong Adhitya untuk memotori pelacakan dari internet, bertanya dari mulut ke mulut, mendatangi satu per satu para ilmuwan tersebut secara fisik. Dia kemudian dibantu teman-temannya yang tertular antusiasmenya, termasuk dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di berbagai negara.

”Kami rapat, telekonferensi, melalui dunia maya; chat, surat elektronik, atau telepon, dengan beda waktu masing-masing. Mahasiswa S-1 sampai S-3 menjadi perekat I-4, tidak dibayar. Yang menyatukan, harapan dan kebanggaan kepada Indonesia,” ujar Adhitya.

Tidak mudah mengumpulkan para ilmuwan Indonesia yang tersebar di lima benua itu. Ada kerja panjang dan konsisten harus dilakukan sebelumnya. Pertama-tama, mencari tahu berapa banyak ilmuwan Indonesia di luar negeri, siapa mengerjakan apa, dan di mana alamat mereka. Setelah itu menghubungi satu per satu, membujuk, dan meyakinkan mereka tentang ide Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) agar memberi komitmen.

”Kami mengejar Prof Ken sampai dua tahun. Awalnya, dia enggak tertarik. Saya coba telepon, tidak mau terima. Saya lalu minta tolong teman yang kuliah di Jepang untuk tidak beranjak dari depan pintu kamarnya sampai Prof Ken mau menemui,” kenang Adhitya

Dari sesuatu yang terkesan naif—tak punya dana, tidak kenal satu pun ilmuwan—gerakan ini mulai mendapat bentuknya. Sejumlah ilmuwan bersedia bergabung dan bertemu. Meskipun saat ini terdaftar 800-an ilmuwan dalam basis data I-4, Adhitya sepakat yang lebih penting adalah komitmen berbuat konkret.

Pertemuan pertama, November 2008 di Berlin, dihadiri tiga ilmuwan. Pertemuan kedua berupa simposium internasional sekaligus deklarasi berdirinya I-4 berlangsung pada 3-5 Juli di Den Haag, Belanda, dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui telekonferensi. Oktober 2009 diadakan rapat pengurus pertama di Jakarta, dan Adhitya dipilih menjadi Sekretaris Jenderal I-4. Dan kemudian dilakukan pertemuan di Jakarta, Desember 2010, sebagai bentuk penegasan komitmen para ilmuwan Indonesia di luar negeri terhadap kecintaan mereka kepada tanah air.

Dalam pertemuan tiga hari itu, disepakati 11 kelompok berbagai bidang ilmu akan dikembangkan bersama, yaitu percepatan pembangunan ekonomi, informatika dan elektroteknik, inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, kedokteran dan bioteknologi, ilmu sosial, pendidikan, energi, pengembangan wilayah dan lingkungan, humaniora dan ilmu kemanusiaan, rekayasa industri dan robotika, serta teknologi dan ketahanan pangan.

”Bila basis data itu terbentuk mantap, akan terjadi efek bola salju mulai dari ide hingga wujud konkret melalui kerja sama dengan beragam lembaga di dalam dan luar negeri. Bayangkan apa yang akan terjadi,” kata Adhitya tentang mimpi berikutnya.

DATA PRIBADI

Nama Lengkap           :  Achmad Adhitya

Tempat/Tgl Lahir         :  Tanjung Karang, 13 Oktober 1979

Nama Istri                   :  Ratu Tiara Hadijah Habibie

Nama Ayah                 :  Ir. Maramis Syukri M.H

Nama Ibu                    :  Yusnani Hasyimzoem SH. Mhum. Phd (cand)

Pendidikan                  :  S-1, Teknik Sipil, Universitas Brawijaya (2003)

S-2, Geologi Pantai, Universitas Kiel, Jerman (2006)

S-3, Kandidat Doktor Ilmu Kelautan, Universitas Leiden, Belanda

Pekerjaan                    :  – Asisten peneliti, Institute for World Economics, Kiel, Germany (2006 – 2007)

- Asisten peneliti, Departemen Geologi, Universitas Kiel, Jerman (2007 – 2008)

- Peneliti, Netherlands Institute of Marine Ecology, Belanda (2008 – 2011)

- Peneliti, Netherlands Institute of Sea Research (2011-2012)

Organisasi             :  – Ketua Komisi III, Dewan Teknik, Fakultas Teknik – UB

- Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (2006 – 2007)

- Ketua Panitia Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia 2009

di Den Haag, Belanda (2009)

- Sekretaris Jendral Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (2009 – 2011)

- Direktur Eksekutif Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (2011 – 2013)

PENAWARAN BEASISWA YAYASAN TOYOTA & ASTRA TA 2012/2013

2012-09-20 16:37:45

PENAWARAN BEASISWA YAYASAN TOYOTA & ASTRA TA 2012/2013

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Sehubungan dengan penawaran Beasiswa Yayasan Toyota & Astra TA 2012/2013 untuk mahasiswa Universitas Brawijaya, bersama ini kami Informasikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa/i S1 Reguler min. semester V atau VII dan berasal dari Fakultas:
a. Pertanian
b. Teknik
c. Perikanan dan Ilmu Kelautan
d. MIPA
e. PTIIK (jurusan Teknik Informatika)
2. IPK min. 2.80.
3. Mahasiswa berasal dari keluarga kurang mampu.
4. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.
5. Wajib memiliki email dan blog UB.

Berkas yang harus dikumpulkan :

1. Mengisi formulir Pendaftaran Beasiswa S1 Reguler ( Formulir dapat diperoleh dibagian kemahasiswaan fakultas maisng- masing).
2. Foto 3 x 4 sebanyak 1 lembar.
3. Fotocopy KTM dan KTP.
4. Fotocopy Transkrip Nilai Terakhir atau KHS mulai dari semester I sampai dengan semester IV/VI yang telah dilegalisir pihak Fakultas.
5. Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua atau Slip Gaji Orang Tua bagi PNS / Pegawai Swasta.

Berkas Pendaftaran dikumpulkan di Bagian Kemahasiswaan masing-masing Fakultas dan diserahkan secara kolektif oleh Fakultas kepada Bagian Kemahasiswaan Kantor Pusat Lantai 3 paling lambat tanggal 05 Oktober 2012 pada jam kerja. Berkas yang tidak memenuhi syarat tidak akan diproses.

Open Recruitment Asisten Lab Mekanika Tanah

OPEN RECRUITMENT

Asisten Laboratorium Mekanika Tanah.

Pendaftaran dibuka tanggal 4 September s/d 7 September 2012 di Laboratorium Mekanika Tanah.

Syarat :

  1. Telah menempuh mata kuliah Mekanika Tanah dan Mekanika Tanah Lanjut
  2. Tidak terdaftar sebagai asisten Tugas Besar maupun Lab selain Mektan.

*) Jika ada pertanyaan bisa dipostkan pada comment di bawah.

ttd.

KALAB Mekanika Tanah

YULVI ZAIKA, Dr Eng

Unit Jaminan Mutu

Unit Jaminan Mutu biasa disingkat  dengan kata “UJM”. Seringkali kita mendengar kata “UJM”,  tetapi apa manfaat, tugas, fungsi,tujan, dan ataupun itu?

Jujur, saat saya 2 kali menjadi pengurus himpunan dalam kepengurusan Mas Hendy (2007) maupun Mas Husien (2008) saya sendiri tidak mengerti tugas mulia apa yang di emban oleh tim”UJM”. Yang saya dengar hanyalah  setiap hari Senin selalu diadakan rapat dengan beberapa dosen dari tim UJM dan mengundang Ketua Himpunan sebagai perwakilan dari mahasiswa.

Apa yang dihasilkan didalamnya, saya sebagai anggota Keluarga Besar Mahasiswa Sipil belum mengerti betul tujuan dibentuknya tim UJM. Tetapi, mindset saya mengenai UJM mulai berubah setelah saya mengikuti rapat UJM untuk pertama kalinya.

Ya waktu itu hari Senin tepatnya  tanggal 9 Januari 2012 saya diundang oleh jurusan untuk menghadiri rapat UJM. Awalnya saat pertama kali saya mengikuti rapat UJM saya masih “blank”  mengenai tugas apa yang diemban tim UJM dan peranan mahasiswa dalam UJM.

Tapi, setelah saya mengikuti beberapa rapat, saya mulai paham tugas apa yang diemban tim UJM dan peranan atau kontribusi apa yang bisa diberikan mahasiswa dalam UJM. Ya saya simpulkan seperti ini:

Menurut analisis saya,

Pertama, tujuan dari dibentuknya tim Unit Jaminan Mutu sendiri adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jurusan Sipil yang berstandard ISO dan berakriditasi “A” .

Kedua, mindset kita sebagai mahasiswa yang tidak mau tahu kerja keras dari dosen mengenai UJM, sehingga terkesan mahasiswa menyepelekan dosen. Padahal keuntungan dari Akreditasi menjadi A ditujukan untuk Mahasiswa sendiri.

Setelah saya share dengan dosen dosen tim UJM, kami menemukan beberapa solusi agar mahasiswa itu lebih peduli dan berperan aktif dalam peningkatan mutu pendidikan dan akreditasi sipil, diantaranya ialah:

  1. Kita akan membumikan UJM kepada Keluarga Besar Mahasiswa Sipil dengan cara pemberian materi UJM yang disampaikan saat cangkrukan. Ya solusi ini Alhamdulillah sudah terlaksana dan semoga bermanfaat.
  2. Peranan mahasiswa:
  • minimal 50% lulus dalam kurun waktu 4 tahun pada setiap angkatan,
  • memberikan umpan balik atau masukan terhadap kinerja dosen, pegawai recording, sarana prasarana di kampus (lab dan kelas). Poin ini dapat dilakukan dengan mengisi Polling/Kuisioner Evaluasi Kinerja Dosen pada akhir semester (saat Entri KRS untuk semester berikutnya),
  • jumlah mahasiswa yang  hilang setelah Daftar Ulang ataupun yang mengalami Drop Out harus di minimalisir,
  • jumlah penelitian mahasiswa harus diperbanyak,
  • keaktifan dan prestasi  mahasisiswa UB dalam mengikuti lomba nasional.

3. Peranan Kemahasiswaan:

  • menciptakan suasana kademik didalam kampus, dalam hal:
    • mengadakan Seminar minimal 2 kali dalam 1 semester,
    • mengadakan Pemutaran Film Ketekniksipilan,
    • mengadakan kunjungan proyek.
  • menampung aspirasi KBMS mengenai penilaian terhadap Jurusan,
  • mengadakan kegiatan tahunan yang menjadi ciri khas dari HMS UB, dalam hal ini dari pengurus HMS sudah merancangkan kegiatan yang bernama “Civil Fiesta”,
  • menampung minat dan bakat dari KBMS,
  • pengabdian kepada masyarakat,
  • pengaplikasian nilai Tri Dharma Mahasiswa.

Oleh karena itu, marilah kita selaku Keluarga Besar Mahasiswa Sipil Univ. Brawijaya  bekerja sama untuk memberikan kontribusi positif kepada peningkatan mutu pendidkan Jurusan Sipil UB dan peningkatan akreditasi Jurusan Sipil menjadi “A”.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk KBMS.

TANAH AIR JALAN SIPIL

BAJA BETON JIWA SIPIL

Visi & Misi HMS-UB

Visi :

Menjadikan Himpunan Mahasiswa Sipil UB untuk meningkatkan profesionalisme maupun  kemampuan manajerial dan  sebagai wadah aspirasi pengembangan diri Keluarga Besar Mahasiswa Sipil UB yang bersifat kekeluargaan, sehingga dapat terwujud Himpunan Mahasiswa Sipil yang kontributif dan dedikatif sesuai keprofesiannya.

Misi :

  1. Menjadi wadah kegiatan dan penyaluran aspirasi, minat, dan bakat kemahasiswaan Teknik Sipil UB
  2. Memajukan Teknik Sipil UB secara akademik maupun non-akademik, baik di kancah UB maupun nasional
  3. Meningkatkan pengabdian HMS ke kehidupan masyarakat demi terwujudnya Tri Dharma Perguruan Tinggi
  4. Memfungsikan HMS sebagai tempat bertukar pikiran dengan suasana kekeluargaan dan pemersatu seluruh civitas Teknik Sipil UB
  5. Menunjang peningkatan akademik mahasiswa Sipil secara berkala

Sejarah Himpunan Mahasiswa Sipil

HMS - Fakultas Teknik Universitas Brawijaya diresmikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 167 Tahun 1963 tanggal 23 Oktober 1963, dengan satu jurusan, yaitu Jurusan Teknik Sipil.

Berwal dari kebutuhan untuk menampung kepentingan Mahasiswa di tingkat jurusan, timbul suatu pemikiran membentuk wadah baru ditingkat jurusan, sebagai segala aktifitas Mahasiswa terpusat di kelembagaan tingkat fakultas Teknik.

Dari pertimbangan akan kebutuhan tersebut dan dimulainya kancah pergerakan kemahasiswaan, maka dibentuk Himpunan Mahasiswa Sipil pada tanggal 27 April 1978 setelah musyawarah terbuka Mahasiswa sipil dengan Ketua Himpunan terpilih pertama Agus Budhiharjo .

Continue reading

Berjuang dan Dibuang

Dikutip dari buku “Berjuang dan Dibuang”, sebuah buku jilid 2 dari trilogi “UNTUK NEGERIKU, Sebuah Otobiografi Mohammad Hatta

“Tidak perlu tepuk dan sorak kalau tidak sanggup berjuang, tidak tahu menahan sakit. Bekerja dengan teratur; dari agitasi ke organisasi. Dengan pendidikan kita dapat memperdalam paham kita tentang kebenaran.”

“Diri orang boleh dirantai, akan tetapi semangat merdeka tidak dapat diikat. Tiap-tiap pengorbanan harus memperkuat iman dan batin kita. Tidak ada cita-cita yang mulia yang tidak menghendaki korban. Tidak boleh takut dan tidak boleh terpekur, melainkan insaf dan mengerti. Itulah pedoman kita berjuang.”

“Tanggungan pemimpin tidak ringan. Tanpa inisiatif yg teguh, watak yg tetap dan urat saraf yg kuat, susah bagi dia akan memenuhi kewajibannya sebagai pemimpin. Di sini dia dipuji dan diikuti, di sana ia dicela dan diusik. Di sini ia diakui sebagai pahlawan, di sana ia diteriakkan sebagai pengkhianat dan penjahat. Sekarang ia dikatakan sbg penghasut yg berbahaya, besok ia disembah-sembah sbg orang besar atau penolong bangsa. Ia bernama penjahat dan si penghasut selama ia berada dalam golongan oposisi. Akan tetapi, ia menjadi pahlawan setelah pergerakan yg dianjurkannya beroleh kemenangan dan ia memegang tampuk kekuasaan negeri.”

“Pergerakan timbul bukan karena pemimpin bersuara, melainkan pemimpin bersuara karena ada pergerakan. Bagaimana pun cakap dan pandainya pemimpin, kalau suaranya tidak bertampak dalam hati rakyat, suara itu akan sia-sia belaka. Pekerjaan pemimpin sebenarnya tidak lain dari memberikan jalan dan mengalirkan apa yang hidup dalam hati rakyat. Menduga perasaan rakyat & memberikan jalan kpd perasaan itu keluar kewajiban yg amat sulit & susah. Itulah kewajiban leadership!”

“Sebelum pemimpin ada dg pergerakan, juru bahasa hati rakyat adl kaum terpelajar, pemuda-pemudi yg sdah mndapat pelajaran sekolah. Dengan bukti ia akan memberikan contoh kepada orang banyak, bagaimana harus bergerak menuntut perbaikan nasib. Dengan tiada gentar, seorang pemuda tadi memajukan aksinya, berpropaganda dg rahasia utk mmbangunkan semangat rakyat yg tertutup. Inilah masa “romantisme” dalam pergerakan kemerdekaan.”

“Siapa yang mengerti akan makna “berjuang” tidak akan habis usaha dan pengharapan. Kita berjuang untuk mencapai kemenangan. Dan, kita pun tahu bahwa kemenangan itu tidak mudah didapat. Dalam perjuangan kita menuju cita-cita, kita akan kalah berkali-kali dan tewas berulang-ulang. Tiap-tiap kekalahan mengajar kita memperbaiki organisasi kita.Tiap-tiap rintangan mengajar kita memikirkan keadaan kita, memaksa kita menimbang dalam hati, ‘Hingga manakah pergerakan kita?’ Bekerjalah dengan gembira “mendidik diri kita sendiri” untuk paham dalam organisasi dan tahu bertanggung jawab.”

“Dalam politik boleh berbeda paham, tetapi dalam rasa kebangsaan harus terikat oleh tanah air yang satu. Keadaan bangsa tidak ditentukan oleh bahasa yang sama dan agama yang serupa, melainkan oleh kemauan untuk bersatu. Di mana ada kemauan untuk bersatu dalam perikatan yang bernama ‘bangsa’, di waktu itu timbullah kebangsaan Indonesia. Tanda anak Indonesia tulen, ia tak takut ke mana pun dlm Indonesia ini. Di atas segala lapangan Tanah Air, ia hidup & ia gembira. Di mana kakiku menginjak bumi Indonesia, di sanalah tumbuh bibit cita-cita yang kusimpan dalam dadaku.”

Teknik Sipil Universitas Brawijaya

Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya didirikan pada tahun 1963 bersamaan dengan tahun berdirinya Universitas Brawijaya. Jurusan Teknik Sipil  telah meluluskan tidak kurang dari 1920 orang sarjana S-1. Jurusan merupakan program studi teknik sipil yang bersifat umum dengan beberapa minat keahlian meliputi: struktur, geoteknik, keairan, transportasi, dan manajemen konstruksi. Program ini ditujukan agar lulusan lebih mudah beradaptasi di semua bidang ketekniksipilan. Selain itu lulusan diharapkan mampu menguasai dan menerapkan dasar ilmu teknik sipil, akrab dengan teknologi informasi, mampu berlogika dengan baik, mampu mengembangkan diri secara terus menerus, dan memiliki kepribadian profesional.

Mahasiswa aktif di Jurusan Teknik Sipil secara total berjumlah antara 400 sampai 500 orang setiap tahun. Pada tahun 1997 dalam jumlah terbatas diterima mahasiswa lintas jalur dari politeknik dan program D3. Pada tahun 2000 jalur penerimaan mahasiswa baru diperluas dengan adanya program ekstensi (SPMK). Pada tahun 2001 Jurusan Teknik Sipil mulai menerima mahasiswa dari jalur Seleksi Penerimaan Kemitraan Sekolah (SPKS) dan Seleksi Penerimaan Kemitraan Institusi (SPKIns).

Saat ini (2008) Jurusan Teknik Sipil mempunyai 44 staf akademik dengan kualifikasi S3 sebanyak 8 orang, S2 sebanyak 29 orang serta S1 sebanyak 7 orang. Dalam rangka  meningkatkan kualitas proses belajar mengajar beberapa staf ditugaskan menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi, yaitu 7 orang ke jenjang S3 (Doktor) dan 1 orang ke jenjang S2. Komposisi jabatan akademik adalah 3 orang Guru Besar, 16 orang Lektor Kepala, 9  orang Lektor dan  16 orang Asisten Ahli. Jurusan ini juga didukung oleh 20 orang tenaga adminstratif, pustakawan, kebersihan dan laboran. 2 tenaga diantaranya bergelar S2, 12 tenaga bergelar S1 dan 6 tenaga dengan pendidikan SMA/SMK.

Sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini, untuk mencapai gelar sarjana teknik sipil seorang mahasiswa diwajibkan menempuh minimum 144 sks yang terdiri dari 134 sks mata kuliah wajib dan 10 sks mata kuliah pilihan. Evaluasi kurikulum dilakukan setiap 4 tahun sekali guna menyesuaikan perkembangan ilmu, teknologi dan lapangan pekerjaan.